Home » Blog » Hari Pahlawan » Maknai Hari Pahlawan di Era Milenial dengan Batik

Maknai Hari Pahlawan di Era Milenial dengan Batik

Hari Pahlawan

Tanggal 10 November selalu diperingati sebagai hari pahlawan. Peringatan hari pahlawan diambil dari peristiwa arek-arek Suroboyo yang terjadi pada 10 November 1945 dalam mempertahankan kemerdekaan terhadap kolonialisme dan imperialisme di Indonesia.

 

Dalam memaknai hari pahlawan adalah hal penting karena merupakan bentuk penghargaan kita terhadap jasa pahlawan yang mempertahankan NKRI.

 

Di era Milenial, tantangannya berbeda dengan era sebelum kemerdekaan yakni tidak berjuang secara fisik seutuhnya untuk melepaskan diri dari penjajahan Belanda. Menjaga dan melestarikan budaya juga merupakan salah satu cara menghargai jasa pahlawan dan nenek moyang kita seperti mengenakan seragam batik.

 

1. Rela Berkorban

Dalam tindak kepahlawanan terdapat kesediaan berkorban. Kesediaan berkorban adalah salah satu bentuk dasar dalam meneruskan perjuangan pahlawan dan tidak hanya di hari pahlawan saja. Pengorbanan tidak harus dengan uang, kita bisa mengajarkan budaya ataupun Pendidikan sejarah. Yang penting jangan korban perasaan ya. hehe

 

2. Tanggung Jawab

Pahlawan merupakan orang-orang yang terpanggil jiwa dan tindakan untuk memikul tanggung jawab dari upaya menuju kehidupan yang lebih baik dalam bermasyarakat. Wujud tanggung jawab bisa dimaknai sesuai dengan kemampuan dan keadaan kita saat ini. Hal kecil yang kita lakukan bisa saja sangat berguna untuk orang lain.

 

Tidak membuang sampah juga merupakan tanggung jawab dan kepedulian kita terhadap tanah air. Lakukan tanggung jawab pribadi dan umum secara beriringan.

 

Baca Juga : Manfaat Seragam Batik Berguna untuk Branding Perusahaan

 

3. Keberanian

Berani merupakan sikap seorang pahlawan, termasuk mengambil keputusan untuk menentukan respon terhadap masalah yang kita hadapi. Ciptakan hal positif yang bisa berguna untuk anak muda saat ini yang tentunya semakin membuat mereka cinta akan warisan budaya. Hindari juga keberanian yang sifatnya merugikan seperti fandalisme, atau hal yang merugikan orang lain.

 

4. Kepemimpinan

Sikap kepemimpinan merupakan bagian dari nilai pahlawan. Sikap kepemimpinan tidak bisa diperoleh secara instan, perlu dilatih setiap harinya. Melatih ketiga hal diatas maka point 4 dapat muncul secara berkala.

 

Jaga warisan budaya kita seperti batik agar selalu eksis di era milenial ini. Selalu rendah diri dan terus berkembang agar tidak melulu dibilang diam ditempat. Mari maknai perjuangan pahlawan dengan membuat diri lebih berkarakter dan bermanfaat untuk orang banyak.

 

MERDEKA

 

10 November 2020

Seragam Omah Laweyan

 159 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *