Home » Blog » Tentang Batik » 10 Makna Motif Batik di Indonesia Yang Sering Digunakan

10 Makna Motif Batik di Indonesia Yang Sering Digunakan

Makna Motif Batik di Indonesia

Makna Motif Batik di Indonesia – Batik merupakan warisan adiluhung Nusantara yang tercipta dari sebuah rasa dan tergores diatas kain sehingga tercipta motif yang tersirat banyak filosofinya.

 

Batik digunakan sebagai seragam untuk anak sekolah, guru, karyawan maupun masyarakat. Warisan wastra ini punya beragam motif yang tentunya punya filosofi tersendiri.

 

Kini batik bukan hanya digunakan untuk acara formal, bisa digunakan sebagai busana casual terutama untuk motif kontemporer.

 

Sebagai anak muda yang kelak harus mewarisi dan terus melestarikan batik, tak ada salahnya untuk mengenal motif-motif batik tradisional (Jawa Tengah) beserta filosofi-filosofi yang terkandung di dalamnya.

 

Sesungguhnya, makna dari selembar kain tersebut lebih berharga daripada busana batik. Dengan memahami maknanya, identitas dan karisma akan semakin menonjol.

 

Berikut beberapa Makna Motif Batik di Indonesia beserta filososfinya :

 

Makna Motif Batik di Indonesia

Batik Megamendung

Berasal dari Cirebon, Jawa Barat

 

Sejarah batik megamendung berkaitan dengan kedatangan Cina di Cirebon pada abad ke-16. Pada saat itu, sunan Gunungjati yang sedang mengajarkan agama Islam di Cirebon menikah dengan ratu Ong Tien dari Cina.

 

Ia membawa beberapa karya seni yang bermotif awan dari negara asalnya. Awan merupakan symbol dunia atas dalam paham Taoisme dan oleh karena itu motif megamendung biasa melambangkan luasnya dunia.

 

 

Makna Motif Batik di Indonesia

Batik Kawung

Asal Yogyakarta dan daerah sekitarnya.

 

Batik kawung merupakan salah satu tipe batik paling tua di Indonesia. Kabarnya motif ini memiliki dua macam arti yang berbeda. Beberapa orang percaya bahwa motif batik kawung terinspirasi dari buah kawung atau aren yang dibelah dua.

 

Ada Sebagian yang meyakini bahwa motif kawung terinspirasi dari bentuk jenis kumbang yang disebut kwangwung.

 

Motif ini ditemukan pada beberapa dinding candi Hindu kuno, diantaranya candi Prambanan. Itulah mengapa jenis motif batik ini dipercaya ada sejak abad ke-sembilan.

 

Meski begitu motif batik kawung baru dikembangkan Kembali pada masa kepemimpinan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kembali eksis sebagai motif batik larangan (hanya boleh digunakan anggota keraton).

 

Namun kini, motif batik kawung bisa dijumpai di butik batik dan dikenakan oleh banyak orang.

 

Filosofi motif kawung adalah sebagai bentuk perlambangan harapan agar manusia selalu ingat asal usulnya. Motif ini juga bisa melambangkan empat penjuru dan hati Nurani sebagai pusat pengendali nafsu-nafsu yang ada pada diri manusia agar ada keseimbangan perilaku.

 

 

Makna Motif Batik di Indonesia

Batik Ceplok

Asal Yogyakarta dan daerah sekitarnya.

 

Bisa dibilang bahwa batik motif ceplok merupadan pola dasar motif kawung. Pola batik ceplok terispirasi dari buah kawung yang dibelah empat, melambangkan empat kebenaran mulia dalam agama Bundha.

 

Baca Juga : Tahapan Penting Pembuatan Seragam Batik

 

Makna Motif Batik di Indonesia

Batik Lereng

Berasal dari Kartasura, Jawa Tengah.

 

Motif batik lereng adalah jenis motif batik yang hanya pada zaman dahulu hanya boleh digunakan oleh keraton Kartasura. Motif ini dibuat keluarga keraton Kartasura saat kabur ke daerah pegunungan dan bersemedi untuk mendapatkan wahyu.

 

Mereka melihat lereng pegunungan dan menyalurkan visi tersebut ke motif lereng. Motif batik ini melambangkan kesuburan.

 

 

Makna Motif Batik di Indonesia

Batik Sekar Jagad

Asal Yogyakarta.

 

Nama sekar jagad diambil dari kata “kar jagad” yang berarti peta dunia dalam Bahasa Jawa. Motif batik ini digambarkan seperti kumpulan beberapa pulau.

 

Ada yang percaya bahwa sekar jagad berasal dari kata “sekar” yang berarti bunga dan “jagad” berarti dunia. Motif ini melambangkan keindahan beragam bunga yang ada di dunia.

 

 

Makna Motif Batik di Indonesia

Batik Parang Rusak

Asal Kartasura, Jawa Tengah

 

Kata parang diambil dari kata “pereng” yang berarti pereng (lereng) tebing, itu sebabnya pola batik ini memiliki bentuk diagonal. Motif batik parang rusak diciptakan oleh panembahan senopati Ketika bertapa di pantai. Motif ini terispirasi dari ombak laut yang tidak pernah Lelah menghantam karang pantai.

 

Motif ini memiliki makna kebijaksanaan dan watak mulia karakter yang akan menang. Selain itu motif ini juga melambangkan kekuasaan dan kekuatan.

 

 

Makna Motif Batik di Indonesia

Batik Parang Kusumo

Asal Surakarta dan Yogyakarta.

 

Pada zamannya, motif batik parang kusumo hanya boleh dikenakan oleh keturunan Raja. Namun sekarang banyak digunakan pada saat acara tukar cincin. Motif ini memiliki banyak makna bahwa hidup harus dilandasi perjuangan dalam mencari keharuman lahir dan batik.

 

 

Makna Motif Batik di Indonesia

Batik Sidoasih

Asal Yogyakarta dan Surakarta, Jawa Tengah.

 

Sidoasih merupakan gabungan dari dua kata “sido” yang berarti terus-menerus dan “asih” yang berarti sayang. Motif sidoasih memiliki makna kasih sayang yang tidak pernah berhenti.

 

Karena memiliki arti kasih sayang, batik sidoasih biasanya digunakan oleh pengantin Jawa agar pernikahan mereka penuh cinta dan kasih sayang.

 

 

Makna Motif Batik di Indonesia

Batik Tambal

Asal Yogyakarta.

 

Makna motif ini bisa ditebak dari Namanya kalau motif batik ini bertujuan untuk melekatkan sesuatu untuk memperbaiki hal-hal yang rusak. Motif batik tambal terdiri dari gabungan beragam motif batik yang digabungkan menjadi selembar kain.

 

Motif batik tambal sulam biasanya digunakan untuk menyelimuti dan menyembuhkan orang sakit karena sebagai simbol memperbaiki.

 

 

Makna Motif Batik di Indonesia

Batik Wahyu Tumurun

Asal Surakarta, Jawa Tengah.

 

Batik dengan motif wahyu tumurun memiliki pola mahkota terbang sebagai motif utama yang menyimbolkan kemuliaan. Makna motif batik di Indonesia yang satu ini menggambarkan pengharapan agar para pemakainya mendapatkan petunjuk, berkah dan anugrah berlimpah dari Tuhan YME.

 

Pengharapan untuk mencapai keberhasilan dalam meraih cita-cita, kedudukan atau pangkat. Motif ini sering digunakan untuk pernikahan yang menyiratkan berkah kehidupan lahir batin dalam kehidupan berumah tangga, keharmonisan dan kebahagiaan yang langgeng dan terjaga selamanya.

 

Dalam makna kehidupan berumah tangga, inilah yang membuat motif wahyu tumurun dipilih sebagai motif khusus yang sering dikenakan dalam upacara pernikahan adat Jawa.

 

 

Berikut beberapa makna motif batik di Indonesia yang sering digunakan untuk melambangkan harapan. Pahami motif batik diatas agar tepat dalam mengenakannya dan tidak salah. Tak ingin salah kaprah bukan? lestarikan batik, jika bukan Anda siapa lagi.

 

Seragam Omah Laweyan

 347 total views,  3 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *