Home » Blog » Tentang Batik » Proses Pembuatan Batik Tulis

Proses Pembuatan Batik Tulis

Apa itu Batik tulis? 

Batik tulis – salah satu hasil proses produksi batik dengan teknis pembuatan motifnya dilakukan secara manual oleh pembatik. Proses pembuatan batik tulis membutuhkan teknik, ketelian, kesabaran dan ketekunan tingkat tinggi. Hal ini disebabkan teknik pengerjaannya secara tradisional dan manual yang menggunakan keterampilan tangan pembatik tanpa menggunakan alat bantuan mesin. Proses pengerjaan batik tulis lebih lama dan lebih rumit dibandingkan teknik proses batik lainnya, pengerjaan batik tulis bisa menghabiskan waktu hingga 2 -3 bulan dibandingkan dengan proses pembuatan batik cap dan batik printing. Inilah menjadi alasan mengapa batik tulis bernilai tinggi.

 

Perbedaan mendasar tentang batik tulis dan batik lainnya adalah adanya perbedaan di setiap pola motif, pada motif batik cap terlihat ada pengulangan motif karena menggunakan cetakan motif yang dibasahi malam, sedangkan batik tulis sejumlah titik atau lengkungan garis tidak ada pengulangan yang sama karena dibuat secara manual dengan tangan berdasarkan desain yang sudah gambarkan.

 

Gambar : Teknik proses motif batik tulis dan batik cap

 

Baca Juga : Tips Membedakan Batik Tulis, Batik Cap dan Batik Printing

 

Kesalahan yang sering dialami dalam Proses Batik Tulis

Dalam proses membatik yang perlu di perhatikan adalah tahap dalam proses pewarnaan, kesalahan yang sering ditemukan pada proses pewarnaan adalah warna yang dihasilkan tidak sesuai, pewarnaan tidak merata, dan adanya flek pada kain. Kesalahan ini tidak dapat dilakukan pengerjaan ulang karena hasil kain tersebut dianggap produk yang reject. Sedangkan pada proses pelodoran, kesalahan yang sering ditemukan adalah pelepasan malam yang susah hilang dari kain, kesalahan ini dapat diperbaiki dengan cara melakukan proses perendaman awal proses pelorodan yang membutuh waktu cukup lama.

 

Bahan dan Alat pembuatan batik tulis

Bahan yang digunakan dalam proses pembuatan batik tulis sebagai berikut

  1. Kain Mori

Kain mori merupakan sejenis kain berwarna putih polos, selain mempunyai kualitas yang baik dan teksturnya yang halus. Kain muri juga mudah untuk di proses. Jenis kain mori yang banyak dipakai untuk membuat batik diantaranya berupa kain mori primissima, kain mori prima, kain mori biru, kain mori voilissima dan kain mori berkolossima.

  1. Lilin batik/malam

Lilin batik adalah bahan yang dipakai untuk menutup permukaan kain menurut motif batik, sehingga permukaan yang tertutup tidak terkena warna yang diberikan pada kain.

  1. Pewarna Batik

Bahan dasar yang sering digunakan membatik dibagi menjadi dua jenis yakni menggunakan bahan pewarna alami dan bahan pewarna sintetis. Perwarna alami terbuat dari tumbuh tumbuhan yang di proses secara tradisional. Zat warna tersebut terbuat dari akar, batang, kulit kayu, daun dan bunga. Sedangkan pewarna sintesis antara lain adalah Naptol, Remazol dan Indigosol.

 

Baca Juga : Tahapan pembuatan seragam batik

 

Alat membatik

Perlengkapan yang digunakan dalam membuat batik tulis adalah peralatan yang sifatnya tradisional dan khas, walaupun sekarang mengalami penyempurnaan baik bentuk dan kualitas bahan namun manfaat atau fungsinya tetap sama. Adapun peralatan yang digunakan dalam pembuatan batik tulis diantaranya adalah:

  1. Canting

Canting alat utama dalam proses membatik tulis. Canting adalah alat yang dipakai untuk memindahkan atau mengambil cairan. Canting yang terbuat dari bambu atau kayu.

  1. Gawangan

Gawangan biasanya terbuat dari bambu atau kayu jati, untuk menggantungkanatau menyangkutkan serta membentangkan kain mori sewaktu akan dibatik dengan canting.

  1. Kompor

Pada masa lalu para pengrajin batik menggunakan “Anglo” sebagai alat pemanas lilin batik atau malam, karena membatik biasanya menggunakan peralatan yang sifatnya tradisional. Penggunaan Anglo ini dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan untuk menjaga nyala api agar api tetap stabil. Pengrajin batik sekarang lebih suka menggunakan kompor, alasanya penggunaan  kompor lebih mudah dikendalikan dari pada penggunaan anglo

  1. Wajan

Wajan adalah alat yang digunakan untuk mencairkan malam atau lilin batik, wajan bisa dibuat dari logam atau tanah liat. Wajan yang digunakan oleh pengrajin batik pada masa lalu adalah wajan yang terbuat dari tanah liat, hal tersebut dikarenakan tangkai pada wajannya tidak panas, hanya saja proses pemanasanya agak lambat.

  1. Bak celup

Bak celup diperuntukkan untuk memberi warna pada kain dengan jenis warna tertentu, sehingga besar kecil bak celup serta jumlah bak celup disesuaikan dengan kebutuhan. Yang perlu diperhatikan didalam penyediaan bak celup adalah bak celup tersebut kuat atau tidak bocor dan, dapat menampung kain yang dicelup”

  1. Ketek atau Panci

Terbuat dari logam yang berfungsi untuk menghilangkan lilin batik atau malam dengan cara kain direbus dengan air dan diberi abu soda secukupknya. Ketel atau panci yang digunakan harus memiliki ketebalan yang cukup dan besar sesuai dengan jumlah kain yang akan dilorod.

                                  Seragam omah laweyan menerima pelatihan membatik mulai dari sekolah, instansi dan kantor.. mari kita lestarikan budaya batik bersama seragam omah laweyan. untuk pendaftaran silahkan di sini workshop membatik.

 

Teknik pembuatan batik tulis

  1. Menyiapkan Kain

Kain mori adalah kain tenun berwarna putih yang terbuat dari kapas yang sering digunakan bahan membatik. Untuk mendapatkan hasil yang memaksimal kain mori perlu di ketel (mencuci), dikanji (menganji), dan dikemplong (setrika).

  1. Nyungging

Proses paling awal dalam pembuatan batik tulis yaitu membuat pola terlebih dahulu. Nyungging merupakan tahap mengambar pola batik pada kain yang dikerjakan oleh speasialis pola. Pola bisa dibuat langsung pada kain atau juga bisa dibuat diatas kertas terlebih dahulu.

  1. Njaplak

Proses njaplak dalam pembuatan batik tulis adalah memindahkan pola dari kertas kedalam kain putih yang akan dibatik. Proses ini adalah mengambar ulang atau memindahkan gambar motif batik kedalam kain. Jika proses pembuatan pola langsung di kain maka anda tidak perlu mengikuti proses Njaplak.

  1. Nglowong

Nglowong adalah proses meletakkan malam pada kain dengan canting sesuai dengan garis pola/motif batik yang telah digambar sebelumnya. Proses ini membutuhkan waktu yang lama hingga 2 – 3 bulan jika motif yang dibuat cukup rumit.

  1. Ngiseni

Proses memberikan motif isian atau dalam Bahasa jawa disebut isen-isen pada motif yang sudah diletakkan pada malam.

  1. Nyolet

Memberikan warna pada bagian-bagian tertentu dengan kuas. Proses ini dilalukan untuk memberikan kesan gambar lebih kelihatan hidup dan menarik.

  1. Mopok

Proses menutup bagian-bagian tertentu yang dicolet malam/lilin. Fungsi dari proses mopok adalah untuk menutup bagian tertentu yang tidak ingin tercampur atau terkena warna dan akan tetap terlihat polos.

  1. Nembok

Proses menutup bagian dasar kain yang tidak perlu diwarnai, dengan menggunakan bahan malam tembokan. Proses ini dilakukan agar nantinya saat pewarnaan, bagian-bagian tertentu tidak perlu diwarnai dan tidak terkena warna.

Seragam Batik

  1. Ngelir

Proses pewarnaan kain secara menyuluruh, menggunakan bahan pewarnaan alam maupun pewarnaan sintetis. Perlu diperhatikan untuk penggunaa pewarnaan alami kain batik harus berulang dicelup sehingga hasil pewarnaan lebih maksimal dan proses ini butuh waktu yang berhari-hari karena pewarna yang digunakan lambat dalam meresap ke bahan kain.

 

 

10. Nglorod

Merupakan tahap akhir meluruhkan dan melarutkan pada kain dengan cara merendam kain pada air mendidih. Proses ngolord ini dilakukan 2 kali dalam pembuatan batik.

 

 

 

 345 total views,  8 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *