Home » Blog » Serba Serbi » Eksistensi untuk Tradisi Budaya Batik

Eksistensi untuk Tradisi Budaya Batik

Tradisi Budaya Batik

Tradisi Budaya Batik – Keprihatinan terhadap minimnya pengrajin batik tulis, mendorong kami untuk menginisiasi berdirinya tempat edukasi, workshop atau pelatihan batik di kota Solo termasuk mendirikan lembaga pendidikan khusus batik di daerah tertinggal di seluruh Indonesia.

 

Upaya ini kami lakukan selain untuk Nguri-uri Tradisi Budaya Batik, sekaligus mengentaskan pengangguran di daerah tertinggal di Indonesia.

 

Tak hanya itu, kami juga menggandeng para pengrajin kecil agar mampu Go Internasional. Dengan memberikan pelatihan dan managerial tentang batik. Sekaligus mendirikan sejumlah “Pesantren Batik” Indonesia guna mengantisipasi makin langkanya para pembatik tulis.

 

Tradisi Budaya Batik

 

Guna merealisasikan inisiatif itu, kami telah menyiapkan tempat edukasi batik bernama Ndalem Gondosuli di kawasan Laweyan, Surakarta.

 

Keberadaan Ndalem Gondosuli, yang mengedepankan One Stop Service tentang Batik dari hulu ke hilir ini tak lain sebagai wujud dari komitmen empat pilar filosofi Owner Batik Omah Laweyan dan Ndalem Gondosuli yakni KRHT Heru Notodiningrat.

 

 

Tradisi Budaya BatikTradisi Budaya Batik

 

Yang pada akhirnya mampu membawa kesuksesan yang mengutamakan Kejujuran, komitmen, Selalu Berbagi dan Mendoakan Orang Tua.

 

Kampung Laweyan memiliki sejarah sebagai salah satu situs cagar budaya sekaligus kampung bersejarah penghasil batik. Kini landmark atau penanda kawasan akan bertambah dengan berdirinya Ndalem Gondosuli di kawasan Laweyan, Surakarta.

 

Ndalem Gondosuli sebagai sarana edukasi belajar membatik. Dengan penonjolan konsep bangunan kolonial bergaya Art Deco, Ndalem Gondosuli akan menjadi destinasi wisata belanja dan edukasi.

 

Selain untuk menguri-uri budaya membatik, konsep edukasi di Ndalem Gondosuli juga ditekankan untuk memberi warna khasanah pendidikan karakter yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.

 

 

Gagasan Eksistensi Batik

Mengawali jalan kami untuk pelestarian budaya adiluhung, kami memiliki beberapa tujuan (Visi) yakni :

  • Mengembangkan warisan budaya batik, melalui pengembangan pendidikan membatik.
  • Ikut mengentaskan pengangguran di daerah tertinggal di Indonesia dengan menggandeng para pengrajin batik agar mampu Go Internasional.
  • Melestarikan khasanah budaya batikm sehingga batik makin dikenal masyarakat Indonesia dan mancanegara pada umumnya.

 

Untuk merealisasikan tujuan, kami mengambil tindakan (Misi) berikut :

  • Mengedukasi generasi muda untuk lebih memahami batik sebagai warisan budaya bangsa, disamping meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap batik.
  • Memberi pelatihan para pengrajin kecil batik di daerah tertinggal di Indonesia agar lebih terampil. Sekaligus membuka peluang pasar batik hingga ke mancanegara.
  • Ikut melestarikan dan mengembangkan Kampung Batik Laweyan sebagai situs cagar budaya serta kampung batik bersejarah.

 

Kami terus berupaya menginisiasi dan melestarikan budaya batik yang dituangkan dalam bentuk nyata untuk terus lestari dan tetap eksis.

 

Seragam Omah Laweyan

 307 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *